Wednesday, October 21, 2015

Parigi Moutong, Kekuatan di Balik Kecantikan

Saat ini mungkin lebih banyak orang mengenal Teluk Tomini ketimbang nama Parigi Moutong, padahal di kabupaten inilah teluk cantik yang menjadi salah satu unggulan pariwisata Indonesia ini berada. Di balik perhelatan even nasional “Sail Tomini” yang dihadiri oleh Presiden Ri Jokowi dan sejumlah Menteri tanggal 19 September kemarin, banyak cerita unik yang penuh riwayat di tanah Parigi Moutong ini. Kabupaten Parigi Moutong secara yuridis terbentuk pada tahun 1999. Pada awalnya masyarakat daerah Parigi Moutong tersebar ke dalam beratus bahkan beribu-ribu komunitas di gunung-gunung dan bukit-bukit dalam satu kesatuan Genealogis (suku Kaili, Tajio, Lauje dan Tialo). Mereka memisahkan diri diantara kesatuan genealogis lainnya. Sehingga oleh Werteim dikenal sebagai sebuah masyarakat komunal yang dipimpin oleh “Olongian” dan atau “Kemagauan”. Pimpinan yang dinamakan “Magau” atau “Olongian” kemudian berubah menjadi “Raja” . Pada awal abad ke-20, masuknya Hindia Belanda sebagai suatu kekuatan politik di tanah Parigi Moutong juga dibayar mahal oleh Putra-Putra terbaik daerah ini sebagai pejuang yang tidak tunduk ke dalam Integrasi Politik kolonial Belanda yang antara lain pejuang yaitu Tombolotutu yang bertahan dengan pandangannya sendiri sebagai bentuk Nasionalisme sendiri. Lantas bagaimana ikhwal perekonomian Kabupaten yang baru lahir 16 tahun lalu dengan luas wilayah pesisir dengan panjang garis pantai 472 kilometer ini? Data tahun 2013 menunjukkan Parigi Moutong ternyata mampu menghasilkan nilai tambah yang cukup besar dibandingkan persentase penambahan nasional. Percepatan sektoral terjadi pada tujuh sector dan dapat dirinci sebagai berikut: Sektor Pertanian mencapai 7,66 persen, Sektor Penggalian sebesar 7,97 persen, Sektor Industri Pengolahan sebesar 7,80 persen, Sektor bangunan sebesar 7,34 persen, Sektor Angkutan dan Komunikasi sebesar 7,50 persen, Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan sebesar 8,65 persen, serta Sektor Jasa-jasa sebesar 7,66 persen,Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 8,42 persen tergolong sangat tinggi karena besarnya arus barang yang masuk dan keluar. Komoditas dan sektor yang berkembang di Parigi Moutong adalah sebagai berikut: 1. Pertanian: Padi, Jagung,Kedelai,Kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. 2. Perkebunan: Kelapa, Kakao, Cengkeh, kopi dan lada. 3. Kehutanan: Luas kawasan hutan di Kabupaten Parigi Moutong yang terdiri dari hutan lindung seluas 148.690,54 hektar, hutan cagar alam seluas 56.431,57 Ha, hutan produksi terbatas seluas 23.555,90 hektar, hutan produksi tetap seluas 110.008,59 hektar, hutan produksi yang dapat dikonversi seluas 14.306,47 hektar, dan areal penggunaan lain-lain seluas 250.544,34 hektar. Salah satu sumber pendapatan perekonomian daerah adalah produksi hasil hutan terutama kayu dan rotan. 4. Kelautan dan Perikanan: Produksi perikanan laut 23.460,40 Ton pada tahun 2012 dan di samping itu pula terdapat budidaya rumput laut 1.250 Ha dan Budidaya teripang 1.250 Ha, luas pengembangan keramba apung 521 Ha. 5. Peternakan: Populasi ternak besar yang terdiri dari kerbau, sapi dan kuda, sedangkan ternak kecil yang terdiri dari kambing, domba dan babi. Ternak unggas terdiri dari ayam ras, ayam kampung dan itik. Ayam ras yang terdiri dari ayam broiler dan ayam petelur. 6. Pertambangan, Energidan Air Bawah Tanah: Potensi Mineral (Batubara, Emas (Au) dan Perak (Ag), Tembaga (Cu), Timah hitam, Seng (Zn) dan Arsen (As), Biji Besi (Magnetit dan Hematit), Kaolin, Pasir Silikat (Kuarsa dan Feldspar),Granit, Marmer, Pasir dan Batu (Sirtu). 7. Potensi Pariwisata : wisata yang dapat dikembangkan berupa wisata alam, wisata budaya/sejarah dan wisata pantai/bahari. Beberapa objek wisata yang telah ada antara lain alam, wisata budaya dan wisata sejarah dapa tmenjadi pendukung wisata bahari dalam hal ini menyelam (diving), snorkeling, rekreasi pantai dan panorama aktivitas perkampungan nelayan. Dengan kekuatan potensi ekonomi berbalut kecantikan alam seperti ini, tentu Kebupaten Parigi Moutong bak putrid cantik yang menarik untuk segera dipinang para investor.Seperti apa yang senantiasa disampaikan Bupati Parigi Moutong Bapak H. Samsurizal Tombolotutu, bahwa Parigi Moutong adalah milik bersama dan sangat terbuka untuk dimajukan oleh pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya masing-masing. (Webtorial)

Romeltea Media
Seputar Anak Kampung Updated at:
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Post a Comment

 
back to top