Thursday, September 1, 2016

Berkedok Bisnis Taksi Online, Bawa Kabur Mobil

Anggota Satuan Reskrim Polsek Koja, Jakarta Utara, menangkap empat tersangka kasus penggelapan mobil. Rahmat Hidayat alias Ompong (33), Subiyanto alias Bian (38), Achmad Muzaki alias Zaki (26) dan Miftahudin (38) diringkus di empat lokasi berbeda.

Berkedok Bisnis Taksi Online
Berkedok Bisnis Taksi Online
Tersangka Subiyanto, Achmad Muzaki dan Miftahudin ditangkap di daerah Wonosobo, Jawa Tengah. Sementara seorang tersangka kasus penggelapan mobil lainnya, Rahmat Hidayat ditangkap di daerah Bumi Ayu, Jawa Tengah. Saat itu Rahmat sedang sembunyi di rumah istrinya.
Kasus penipuan tersebut bermula saat korban atas nama Lidia Simorangkir mempercayakan mobilnya Toyota Avanza dengan nomor polisi B 1918 UID kepada Nasir untuk dikelola atau disewakan untuk taksi online. Kemudian oleh Nasir mobil itu kembali disewakan ke tersangka Rahmat Hidayat (33).
Ternyata bukannya dipakai untuk mencari penumpang atau jadi taksi online, mobil tersebut justru digadaikan kepada tersangka Subiyanto.
"Dari GPS (Global Positioning System) terlihat ternyata mobil itu sedang dibawa tersangka Zaki di Purbalingga, Jateng. Ternyata mobil tersebut juga mau digadaikan oleh Zaki kepada tersangka Mitahudin yang ada di Wonosobo, Jateng," ucap Kapolsek Koja Komisaris Supriyanto di kantornya, Jakarta Utara, Kamis 1 September 2016.
Polisi pun langsung mengejar tersangka Zaki dan Miftahudin yang sudah tiba di Wonosobo. Saat tiba di kediaman tersangka Miftahudin, polisi justru menemukan tiga mobil lain, yaitu Avanza dengan no pol B 1701 PYN, Avanza B 1186 UYK dan Daihatsu Xenia B 1479 KZD. Tiga mobil itu diduga kuat juga dari hasil penggelapan kelompok tersebut.
"Mobil-mobil itu belum sempat dijual. Modusnya sama menyewa, tapi tak pernah kembali. Para tersangka khususnya Rahmat menyewa mobil dengan Rp 300 ribu sehari," ujar Supriyanto.
Keempat pelaku kini mendekam di sel Polsek Koja. Polisi menjerat keempat pelaku dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan yang ancaman penjaranya di atas lima tahun.

Romeltea Media
Seputar Anak Kampung Updated at:

Wednesday, November 11, 2015

Dewi Yasin Limpo diperiksa penyidik KPK

Anggota DPR Komisi VII non Aktif, Dewi Yasin Limpo, rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa malam, 11 November 2015.

Dewie diperiksa terkait kasus suap pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Deiyai, Papua.

Diperiksa selama kurang lebih 11 jam, Dewi mengeluh kelelahan. Dewi
mulai diperiksa sekitar pukul 10.00 WIB pagi, dan keluar dari gedung
KPK pukul 21.00 WIB. Sembari genggami tasbih di tangannya, Dewi tidak
banyak berkomentar.

"Saya capek banget, ngomong sama pengacara saya saja ya, capek banget,"
kata Dewi di Gedung KPK, Jakarta.

Sementara itu, pengacara Dewi, Samuel Hendrik menyebut materi
pemeriksaan terkait rapat kerja Komisi VII dengan Kementrian ESDM.

"Tadi baru sekitar terkait apa yang beliau sampaikan dalam rapat kerja
dengan RDP dan eselon 1 di Kementerian ESDM baru itu saja," kata Samuel.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan setidaknya lima tersangka dalam kasus
dugaan suap terkait proyek pembangunan infrastruktur energi baru dan
terbarukan Tahun Anggaran 2016, untuk Kabupaten Deiyai, Provinsi
Papua.

Kelimanya diamankan dari hasil Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan
Tim Petugas KPK di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Bandara
Soekarno-Hatta. Pada tangkap tangan itu, KPK menyita sejumlah dokumen
dan telepon genggam serta uang sebesar SGD177.700.

Sebagai pihak pemberi suap, lranius dan Setiadi ditetapkan menjadi tersangka dengan disangka telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara sebagai pihak penerima suap, KPK menetapkan Dewie Yasin
Limpo, Rinelda Bandaso dan Bambang Wahyu Hadi dengan disangka telah
melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf atau Pasal 11 Undang-Undang
Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Romeltea Media
Seputar Anak Kampung Updated at:

Totti mendapat ancaman , totti bayar polisi

Totti mendapat ancaman , totti bayar polisi
Francesco Totti
Polemik kini sedang menghantui kehidupan pribadi kapten AS Roma, Fransesco Totti. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa bomber legendaris tim Serigala Ibukota ini sedang tersandung kasus dugaan tindak korupsi kepada kepolisian kota Roma.
Menurut penelusuran Gazzetta dello Sport, kejadian tersebut bermula antara 2008 hingga 2010. Totti kala itu sempat mendapat ancaman penculikan anaknya, Christian, oleh geng mafia yang bermarkas di Roma.
Mendapatkan situasi ini, Totti pun berinisiatif untuk 'menyewa' polisi melalui komunikasi dan perantara mantan kepala staf Walikota Roma, Luca Odevaine.
Namun masalah muncul ketika selang 5 tahun setelah kejadian tersebut. Odevaine membeberkan hal tersebut saat sedang diinterogasi oleh polisi dalam kaitannya dengan operasi pemberantasan komplotan 'Mafia Capitale' yang menyeret sekitar 46 terdakwa ke pengadilan di Roma.
"Suatu hari Vito Scala (pelatih Totti) datang menemui saya dan mengatakan bahwa mafia Roma yang baru saja keluar dari penjara telah menawarkannya uang € 50.000 untuk menculik anak Totti, Christian," kata Odevaine.
"Totti pun membayar para polisi dengan memberikan uang kepada saya untuk menangani permasalahan ini sebelum saya selesai tugas sebagai kepala staf Walikota Roma," lanjut Odevaine.
Tapi, dalam tata hukum yang berlaku di kota Roma tindakan Totti tersebut termasuk dalam dugaan percobaan suap dan korupsi kepada lembaga kepolisian karena menempuh jalur di luar ketentuan hukum yang berlaku.
Kini, Totti pun kemungkinan akan ikut terlibat dalam permasalahan tersebut dan dimintai keterangan atas tindakannya menggelontorkan sejumlah uang yang diperuntukkan bagi para pelayan publik

Romeltea Media
Seputar Anak Kampung Updated at:

Friday, November 6, 2015

Anak Rinjani Mengganggu Para Wisata Bali

Anak Rinjani Mengganggu Para Wisata Bali
Kondisi Anak Gunung Rinjani
Bandara Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bali, dibuka lagi pada Kamis sore, 5 November 2015. Bandara tujuan utama destinasi wisata itu beroperasi lagi setelah ditutup sejak Selasa, 3 November 2015, sebagai akibat letusan Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pengoperasian lagi bandara itu karena arah angin ke selatan dan barat daya pada Kamis siang. Itu artinya, debu vulkanik tak lagi mengarah ke Bali sehingga tak membahayakan penerbangan dari dan menuju Ngurah Rai.

Sebenarnya ada tiga bandara lain yang ikut ditutup akibat terdampak letusan anak Rinjani, yaitu Bandara Internasional Lombok (Lombok Praya) dan Bandara Selaparang di Lombok, NTB, serta Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Jawa Timur. Hingga berita ini ditulis, dua bandara di NTB masih ditutup. Bandara Blimbingsari -yang letaknya di sebelah barat Bali- sudah dibuka pada Kamis siang.

Enam ribu penumpang

Bencana alam itu cukup mengganggu banyak penerbangan meski Bandara Ngurah Rai hanya ditutup selama kurang tiga hari. PT Angkasa Pura I merilis lebih 692 penerbangan dibatalkan akibat letusan gunung api itu. Rinciannya, sebanyak 183 penerbangan kedatangan domestik, 189 penerangan keberangkatan domestik, 157 penerbangan kedatangan internasional dan 163 keberangkatan internasional.

Jumlah penumpang yang batal berangkat sejak Selasa mencapai enam ribu orang. Sebanyak empat ribu penumpang internasional dan dua ribu penumpang domestik.

Satu di antara ribuan orang yang terdampak penutupan bandara itu bahkan Wakil Presiden India, Mohammad Hamid Ansari, meski dia menggunakan pesawat khusus alias bukan pesawat komersial. Hamid Ansari berada di Bali untuk mengurus seorang warga negaranya, Rajendra Nikalje alias Chota Rajan alias Kumar Mohan (56 tahun), buronan Interpol yang ditangkap polisi Indonesia.

Tapi pesawat yang membawa Hamid Ansari dilaporkan sudah diizinkan lepas landas tak lama setelah Bandara Ngurah Rai dinyatakan kembali dibuka.

Otoritas Bandara Wilayah IV -yang mencakup Bandara Ngurah Rai- mengakui banyak kerugian finansial akibat bandara ditutup selama tiga hari. Tapi belum dihitung pasti tingkat kerugiannya karena masih berfokus pada pelayanan calon penumpang yang tertunda atau batal berangkat.

"Yang penting penumpang happy (gembira), tidak merasa terabaikan, tidak terkomunikasikan (keluhan mereka)," kata Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Yusfandri Gona,pada Kamis, 5 November 2015.

Menurut General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Trikora Harjo, pada dasarnya tak banyak kerugian finansial yang ditimbulkan dari bencana itu. Soalnya sebagian besar calon penumpang hanya mengubah jadwal keberangkatan, bukan membatalkan dan meminta ganti kerugian.

Sebagian calon penumpang, terutama penerbangan tujuan Surabaya atau sebaliknya, memilih membatalkan penerbangan dan meminta pengembalian uang tiket, lalu memilih jalur darat. Tapi sebagian besar, termasuk wisatawan asing, memilih tinggal di bandara atau memperpanjang menginap. Turis asing yang akan ke Bali pun kebanyakan mengubah jadwal keberangkatan.

Otoritas Bandara telah memfasilitasi calon penumpang domestik yang membatalkan penerbangan, terutama mereka yang hendak menuju Surabaya. Para calon penumpang itu diantarkan ke Terminal Ubung, Denpasar.

Sebagian besar calon penumpang bertujuan Surabaya berharap melanjutkan penerbangan melalui Bandara Juanda di Surabaya ke beberapa tujuan domestik lain, seperti Jakarta dan Makassar.

Industri pariwisata

Sektor yang paling terdampak penutupan bandara itu adalah industri pariwisata. Banyak calon pelancong yang sudah memesan kamar hotel terpaksa mengatur ulang liburan mereka. Imbasnya juga pada subsektor lain, misalnya, restoran dan tempat-tempat hiburan di kawasan wisata di Bali.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Ngurah Wijaya, berterus terang bahwa banyak kerugian karena bencana itu. Tapi dia belum menerima laporan mendetail dan menghitung tingkat kerugian finansial.

Dia membandingkan dengan peristiwa serupa akibat erupsi Gunung Raung di ujung timur Jawa Timur selama Juli, Agustus, dan September 2015. Masa itu bertepatan dengan musim liburan dan Lebaran sehingga lebih banyak permintaan terhadap perjalanan wisata, hotel, restoran, dan lain-lain.

"Selama tiga bulan itu saja, kita kehilangan 30 persen dari kedatangan turis Australia," kata Ngurah Wijaya.

Dampak letusan Gunung Barujari pada industri wisata di Bali, katanya, memang tak sedahsyat peristiwa serupa akibat Gunung Raung. Selain karena penutupan bandara hanya beberapa hari, juga bukan musim liburan. Tetapi tetap saja nilai kerugiannya tidak sedikit.

Ngurah Wijaya belum akan mengkalkulasi tingkat kerugian akibat letusan Gunung Barujari karena aktivitas vulkanik gunung itu belum selesai alias masih dimungkinkan mengganggu lalu lintas penerbangan. "Nanti kita baru bisa berhitung secara keseluruhan ketika bencana ini sudah selesai."

Dinas Pariwisata Kabupaten Badung sedari awal memperingatkan agar penyedia akomodasi pariwisata tetap melayani para calon penumpang yang terdampak bencana itu. Dinas mengakui, berdasarkan pengamatan pada sejumlah hotel, memang banyak pembatalan atau penundaan pemesanan. Tapi banyak juga hotel yang dipenuhi pengunjung, terutama calon penumpang yang tertunda keberangkatannya.

Belum berakhir

Bandara Ngurah Rai dibuka lagi bukan karena aktivitas Gunung Barujari sudah mereda, melainkan akibat embusan angin menjauh dari Bali. Gunung api itu itu tetap memuntahkan material vulkanik berupa debu meski ada pijar dan belum diketahui kapan mereda.

Menurut Pakar Geologi, Surono, memang kecil kemungkinan letusan Gunung Barujari bakal sebesar erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Tapi aktivitasnya yang belum diketahui sampai kapan, berarti masih ada peluang debu vulkaniknya mengganggu penerbangan di masa mendatang.

Abu vulkanik produk letusan Barujari-Rinjani, katanya, sangat halus sehingga dapat tersebar jauh dan tergantung kecepatan serta arah angin.

Surono hanya menyarankan warga sekitar Gunung Barujari tidak panik. Kawasan berbahaya hanya pada radius tiga kilometer dari gunung itu dan selebihhnya cukup aman.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan lembaga terkait mengevaluasi aktivitas Gunung Barujari dan cuaca setiap enam jam. Hasil evaluasi itu pasti dilaporkan kepada instansi terkait, termasuk bandara.

Berdasarkan data kegempaan yang terekam, tremor bergerak menerus 3.025 mm (dominan 6 mm). Gempa letusan terus terekam dan potensi letusan masih tinggi. Namun, Surono menganalisis, "Dari data-data yang ada, Gunung Barujari tidak akan meletus hebat."

Romeltea Media
Seputar Anak Kampung Updated at:

lstri Plt Gub Sumut di selidiki KPK atas Kasus Suap DPRD

lstri Plt Gub Sumut di selidiki KPK atas Kasus Suap DPRD
lstri Plt Gub Sumut
Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan akan mengembangkan kasus dugaan suap kepada anggota DPRD yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho.

Salah satunya menelisik mengenai keterlibatan sejumlah pihak lain dalam perkara ini. Hingga saat ini, KPK telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka, termasuk Gatot serta 5 orang dari pihak DPRD Provinsi Sumut yang diduga sebagai penerima suap.

"(Pengembangan) ke semua pihak yang diduga terlibat dalam kasus yang kemarin. Dilihat ada dua alat bukti yang cukup apa tidak," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Johan Budi, Jumat, 6 November 2015.

KPK menduga ada beberapa pihak lain dari DPRD yang turut menerima suap.Beberapa di antaranya disebut telah mengembalikan uang suap itu kepada KPK. Salah satunya Evi Diana, istri Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi.

Menurut Johan, pihaknya tengah mendalami mengenai penerimaan suap oleh Evi. "Bagaimana kelanjutannya, kita sedang dalami. Kita tidak mengatakan 5 orang DPRD berhenti, dikembangkan ke semua pihak yang diduga terlibat," ujar Johan.

Diketahui KPK telah menetapkan Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka karena diduga telah memberikan suap kepada anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan periode 2014-2019 terkait beberapa hal.

Antara lain suap terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumut tahun 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Sumut tahun 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut tahun 2014 dan 2015 serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Provinsi Sumut 2015.

Sebagai pihak pemberi suap, Gatot diduga telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara untuk pihak yang diduga sebagai penerima suap, KPK menetapkan 5 orang tersangka dari pihak DPRD Sumut.

Mereka antara lain Ketua DPRD Sumut Periode 2009-2014, Saleh Bangun; Wakil Ketua DPRD Sumut Periode 2009-2014, Chaidir Ritonga; Wakil Ketua DPRD Sumut Periode 2009-2014, Ajib Shah; Wakil Ketua DPRD Sumut Periode 2009-2014, Kamaludin Harahap serta Wakil Ketua DPRD Sumut Periode 2009-2014, Sigit Pramono Asri.

Kelima orang tersebut disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Romeltea Media
Seputar Anak Kampung Updated at:

Pemain Mitra Kukar Pinjaman Pulang



latihan mitra kukar
latihan mitra kukar
Mitra Kukar kini tengah dipusingkan dengan pembentukan pemain untuk menghadapi Piala Jenderal Sudirman. Pasalnya, empat pemain pinjaman mereka dari Semen Padang sudah dipulangkan.

Seperti diketahui, di perhelatan Piala Presiden, Mitra Kukar meminjam empat pemain pilar Semen Padang. Mereka adalah Hendra Adi Bayauw, Saepulloh Maulana, Eka Ramdhani, dan Airlangga Sutjipto.

Atas jasa keempatnya, Mitra Kukar secara mengejutkan bisa tampil di semifinal. Sayangnya, keempat pemain ini tak bisa digunakan lagi di Piala Jenderal Sudirman.

"Mereka kan kami pinjam, jadi begitu selesai main di Bali (semifinal) manajemen langsung pulangkan mereka. Nah, mereka mau main di mana jadi urusan pemain. Yang jelas tak kembali," kata pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra.

Sampai saat ini Jafri masih mencari pengganti dari keempat pemain tersebut. Dan belum ada pemain yang sepakat untuk gabung ke skuad Naga Mekes.

"Masih harus menunggu hari Selasa. Kalau mereka datang latihan, baru resmi (gabung)," ujar Jafri.

Mitra Kukar tergabung di Grup B pada penyisihan Piala Jenderal Sudirman. Mereka akan bersaing dengan Persipura Jayapura, PSM Makassar, Semen Padang, dan Bali United Pusam.

Romeltea Media
Seputar Anak Kampung Updated at:

Kemenangan di derby London Utara punya makna ganda bagi Arsenal


Duel sengit akan tersaji dari daratan London akhir pekan ini. Arsenal bakal menjamu Tottenham Hotspur di Emirates Stadium, Minggu 8 November 2015, dalam laga yang bertajuk derby London Utara.

Kemenangan akan menjadi sangat penting bagi Arsenal. Tak cuma mengokohkan posisi mereka di papan atas klasemen sementara, kepercayaan diri Arsenal dipastikan akan pulih.

Seperti diketahui, Arsenal baru saja menjadi bulan-bulanan Bayern Munich di Liga Champions. Meriam London dibuat luluh lantak karena kalah dengan skor 1-5 dari Bayern.

"Tak mudah bisa pulih lagi karena selalu ada kekecewaan besar ketika kita kalah. Memang, hasil yang mengecewakan. Tapi, kami bekerja dengan baik di Premier League. Kami akan mencoba melanjutkan permainan apik dari satu kompetisi ke lainnya," tutur Wenger.

Hasil positif bisa saja diraih Arsenal. Namun, menurut Wenger, Arsenal harus terlepas dari penyakit demam panggung yang sering dialami ketika melakoni laga besar.

"Saya percaya di Premier League kami punya kepercayaan diri kuat dan fokus yang baik. Itu yang kami butuhkan saat melawan Spurs. Dan selalu, di laga derby, penting menjaga komitmen serta melawan rasa canggung," jelas Wenger di situs resmi klub.

Romeltea Media
Seputar Anak Kampung Updated at:

 
back to top