![]() |
| Pesawat Rusia Jatuh |
"Kami sudah melakukan pemeriksaan kemarin dan dipastikan tidak ada WNI di dalam pesawat itu," kata Iqbal melalui pesan pendek pada Sabtu malam, 31 Oktober 2015.
Harian Inggris, The Independent, Sabtu kemarin melansir,
total 224 penumpang diketahui tewas akibat pesawat jatuh di Semenanjung
Sinai. Burung besi jenis Airbus A321 itu dilaporkan tengah mengangkut
ratusan penumpang menuju ke St. Petersburg, Rusia.
Di dalam pesawat itu juga terdapat 17 anak-anak, 138 penumpang
perempuan dan 62 pria. Bayi berusia 10 bulan dilaporkan menjadi
penumpang termuda yang tewas dalam insiden yang terjadi pada Sabtu pagi
kemarin. Selain penumpang dari Rusia, tiga orang di antaranya berasal
dari Ukraina.
Kini, Pemerintah Mesir dan Rusia tengah bekerja sama untuk
menemukan jenazah penumpang, mengidentifikasi mereka dan memulangkan
jenazah mereka ke Rusia dan Ukraina. Perusahaan Metrojet menawarkan
tiket penerbangan gratis dan kompensasi bagi keluarga korban. Namun,
Metrojet tidak mau menyebut berapa nominal kompensasi yang diberikan
untuk keluarga korban.
Tim penyelidik dikerahkan ke lokasi jatuhnya pesawat untuk
menganalisa puing pesawat dan menyelidiki penyebab insiden itu. Para
pejabat berwenang Rusia juga meminta keterangan kepada staf di Metrojet
dan biro perjalanan yang disewa untuk melakukan perjalanan di Mesir.
Menteri Luar Negeri Mesir telah berjanji akan bekerja sama secara
dekat dengan pejabat dan para ahli dari Rusia. Mesir turut menyebut akan
mengizinkan Pemerintah Rusia terlibat dalam proses penyelidikan.
Sebelumnya, kedua pemerintah juga membantah klaim kelompok militan Islamic State of Iraq and al Sham (ISIS) yang menyebut mereka lah dalang dari jatuhnya pesawat Metrojet.
"Para pejuang ISIS mampu menyebabkan pesawat Rusia jatuh di
Semenanjung Sinai yang membawa lebih dari 220 warga Rusia yang murtad
dan mereka semua tewas. Syukurlah," ujar ISIS melalui media propaganda
mereka.
Namun, otoritas Mesir mengatakan tidak ada bukti pesawat ditembak
atau diledakan. Hasil penyelidikan awal menyebut, kemungkinan pesawat
jatuh akibat mengalami gangguan teknis.
Sementara, Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan hari ini sebagai hari berkabung nasional.




Be the first to reply!
Post a Comment